Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label obat

Penggunaan Barkode 2D atau Serialisasi Obat dan Makanan di Indonesia dan di Dunia

Apakah serialisasi itu? serialisasi dalam farmasi adalah penandaan kemasan obat (bisa kemas primer,  sekunder atau tersier) menggunakan kode penandaan (bisa QR code/2D matrix) dimana kode penandaan tersebut terhubung dengan database dari regulator (dalam hal ini BPOM ). Berbeda dengan penandaan biasa (barcode/ penandaan inkjet printer biasa) pada serialisasi penadaan terhubung dengan database obat BPOM dan informasi penandaan lengkap bisa dibaca oleh konsumen dengan scanner (Android/iPhone/alat scan). Penandaan serialisasi ini terintegrasi dengan informasi kemasan primer, sekunder bahkan tersier. Guna serialisasi ini salah satunya adalah mencegah pemalsuan obat. Salah satu perusahaan yang sudah mengaplikasikan serialisasi (QR Code) adalah PT Kimia Farma. PT Kimia Farma baru memulai penggunaan serialisasi pada kemasan obat botol. PT Kimia Farma menggunakan aplikasi Lacaq.  yang bisa didownload di Play Store.  Pengalaman implementasi di Kimia Farma. Implementasi, s...

Pengelolaan Obat di Rumah Tangga

Hasil Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan tahun 2013, menunjukkan ada 35,2 % rumah tangga menyimpan obat. Alasannya bukan hanya karena dalam pengobatan, tetapi juga untuk persediaan atau obat sisa. Kenyataannya, bisa dikatakan hampir semua keluarga (Rumah Tangga) menyimpan obat. Padahal dalam menyimpan obat, ada aturannya, baik jenis obat yang boleh disimpan, maupun kondisi penyimpanan yang baik dan benar. Penyimpanan obat yang benar, akan mempengaruhi stabilitas obat. Obat sintetis memiliki kandungan zat kimia yang dapat dipengaruhi oleh udara, suhu, kelembaban dan cairan. Demikian pula obat tradisional, harus disimpan dengan cara yang benar agar tidak rusak. Ada berbagai bentuk sediaan obat disimpan dengan cara yang sesuai. Cara penyimpanan umumnya dicantumkan pada kemasan obat. Namun tidak semua pasien dapat membaca atau memahami informasi pada kemasan tersebut. Misalnya untuk obat cair (sirup), seringkali disimpan di dalam lemari pendingin (kulkas), bahkan dalam freez...

Yang perlu Anda ketahui tentang Obat

Apa yang dimaksud dengan OBAT ??? Tidak banyak Masyarakat yang tahu definisi tentang Obat. Bahkan tenaga kesehatan pun mungkin sudah banyak yang lupa, karena mereka belajar definisi obat saat kuliah. Sebenarnya, apa sih OBAT itu? Menurut Undang-undang No 36 tahun 2009 tentang KESEHATAN, OBAT adalah obat jadi termasuk produk biologi yang merupakan bahan atau paduan bahan digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi untuk manusia. Obat bukan komoditi biasa yang dapat diperjualbelikan seperti barang biasa. Bukan makanan yang bisa dikonsumsi seenaknya tanpa aturan. Obat seperti pisau yang di satu sisi dapat menyembuhkan, di sisi lain dapat membahayakan jika digunakan dengan cara yang salah. Untuk itu perlu ilmu pengetahuan khusus dalam mempelajari tentang obat dari A s/d Z, yaitu Ilmu Farmasi. Seseorang dapat menempuh pendidika...

FDA Drug and Biologic Approvals: 2016 Year-in-Review

Berikut ini adalah senyawa obat dan biologi yang disetujui FDA Amerika beredar di tahun 2016. Silahkan disimak informasi kunci obat baru dan biologi yang sudah disetujui beredar ini. FDA Drug and-biologic-approvals-2016 from Stefanus Nofa Bisa juga download materi presentasi powerpoint nya disini  Contributor Information Author : Mary L Windle, PharmD Editor-in-Chief, Medscape Drug Reference References U.S. Food and Drug Administration. Novel Drugs Summary 2016. January 4, 2017. http://www.fda.gov/Drugs/DevelopmentApprovalProcess/DrugInnovation/ucm534863.htm Ahren B, et al. Postprandial glucagon reductions correlate to reductions in postprandial glucose and glycated hemoglobin with lixisenatide treatment in type 2 diabetes mellitus: A Post Hoc Analysis. Diabetes Ther. 2016 Jun 18. Yabe D, et al. Efficacy of lixisenatide in patients with type 2 diabetes: A post hoc analysis of patients with diverse β-cell function in the GetGoal-M and GetGoal-S trials. J Diabetes...

Peran Dokter dan Apoteker Dalam Proses Penyerahan Obat

Buat para konsumen kesehatan yang belum bisa membedakan peran antara dokter dan apoteker, berikut penjelasannya : DOKTER Dokter bertanggungjawab terhadap hal-hal berikut : Diagnosis: dengan memastikan diagnosis yang tepat yang dijelaskan kepada pasien, kepatuhan terhadap terapi akan lebih baik Peresepan: Dengan meresepkan obat dalam jumlah sesedikit mungkin dan menerangkan tujuan penggunaan dari masing-masing obat kepada pasien, pengertian pasien akan meningkat. Informasi obat: Pemberi resep harus menerangkan bagaimana cara pakai setiap obat, efek samping yang mungkin terjadi, dan apa yang harus dilakukan jika terjadi efek yang tidak diharapkan atau tidak terjadi efek yang diharapkan. APOTEKER Apoteker mempunyai fungsi yang penting dalam sistem pelayanan kesehatan dalam hal : Pengadaan: Memastikan tersedianya obat dengan kualitas yang baik, pada saat diperlukan Distribusi: Memindahkan obat dengan aman kemanapun obat akan diberikan, memastikan kondisi perjalanan dan ...

Apoteker Bisa Bantu Tekan Harga Obat

Apoteker  diminta memperkuat dan mendukung program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) terutama dalam menekan biaya obat dengan cara menerapkan penggunaan obat secara rasional. Pasalnya, dari komponen biaya  (biaya rumah sakit, perawatan,  obat, laboratorium, dan sebagainya), obatlah yang  menempati peranan terbesar terhadap besaran biaya kesehatan. “Apoteker mempunyai otentisitas dan profesionalitas sendiri di dalam pelayanan obat-obatan dan mencegah penggunaan obat yang tidak rasional. Juga memberikan edukasi dan informasi kepada pasien atau konsumen sehingga penggunaan obatnya tepat,” kata Dirjen BinFar dan Alkes Kementerian Kesehatan Maura Linda Sitanggang, di sela-sela Seminar “Positioning Apoteker Dalam Penjaminan Cost-effectiveness Pengobatan di Era SJSN” di Jakarta, Rabu (4/4). Dijelaskannya, peran apoteker telah dimulai sejak pemilihan obat yang tepat untuk masing-masing penyakit dan kondisi pasien. Selain itu, peran  apoteker juga penting dal...

Daftar Obat Tradisional yang ditarik

Berikut merek-merek obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat berbahaya : A. Obat Pelangsing 1. Qianjiali Kapsul Pelangsing produksi Beijing Medi-Tech Development Co Ltd dengan importir PT True Man Segar Jakarta (mengandung sibutramin hidroklorida, izin edar dibatalkan). 2. Lasmi Kapsul produksi PJ Herbalindo SM (mengandung sibutramin hidroklorida, izin edar dibatalkan). 3. Sera Kapsul produksi PJ Herbalindo SM (mengandung sibutramin hidroklorida, izin edar dibatalkan). 4. Sulami Kapsul produksi PJ Herbalindo SM (mengandung sibutramin hidroklorida, izin edar dibatalkan). 5. Li Da Dai Dai Hua Jiao Kapsul produksi Kunming Dali Industri & Trade Co Ltd (mengandung sibutramin hidroklorida, tidak terdaftar). 6. New Pro Slim Kapsul produksi the Trird Pharm Manufactory Harbin China (mengandung sibutramin hidroklorida, tidak terdaftar). B. Penambah Stamina Pria 1. New Idola Kapsul produksi PT Pyridina Farma Cianjur (mengandung tadalafil, izin edar dibatalkan). 2. Ratax K...

Informasi Penting dalam Meresepkan Obat

Ada beberapa informasi penting dalam meresepkan obat atau menjelaskan obat kepada konsumen kesehatan : Hipersensitivitas terhadap suatu produk tertentu merupakan KONTRAINDIKASI terhadap pengunaannya. Obat-obatan sebaiknya TIDAK DIBERIKAN pada wanita hamil atau menyusui kecuali darurat dan bila manfaatnya tidak berisiko pada janin. Toleransi obat dapat menurun pada usia yang sangat muda atau sangat lanjut. Kemungkinan terjadinya akumulasi obat dalam tubuh harus dipertimbangkan pada pasien dengan kerusakan ginjal atau hati yang bermakna. Anda ingin berdiskusi dengan para apoteker dan dokter ??? Silahkan gabung di grup Dunia Farmasi di Facebook : http://www.facebook.com/topic.php?uid=79706213014&topic=8408 Dunia Farmasi: Blog/Web yang mengomentari tulisan ini

Industri Obat menurunkan Pengeluaran Iklan untuk Obat Resep

Di tahun 2008, industrai obat mengurangi pengeluaran iklan obat-obat resepnya sebesar 8% menjadi 4,4 milyar dollar. Ini pertama kalinya penurunan sejak tahun 1990, demikian laporan the Wallstreet Journal . Menurut IMS Health , iklan cetak farmasi menurun sebesar 18%, sementara iklan televisi menurun 4%. Iklan-iklan obat resep meningkat sejak tahun 1997 ketika FDA melonggarkan batasan iklan obat direct-to-customer (DTC). Pengeluaran iklan DTC mencapai $4,8 milyar tahun 2007, dibandingkan dengan kurang dari $ 1 milyar tahun 1997, menurut data IMS. Pengurangan dalam pengeluaran iklan dapat dikaitkan dengan obat baru yang lebih sedikit dan keprihatinan anggota kongres Amerika yang meningkat sehubungan praktek marketing obat. Contohnya, Merck dan Schering-Plough, yang memasarkan bersama obatn kolesterol Vytorin, mengurangi semua pengeluaran iklan konsumen dari $114 juta menjadi $47 juta yang diikuti kritik dari para medrep mereka. Menurut IMS, yang jadi konsultan pabrik obat dan inve...

Cephalosporin lebih efektif dibandingkan penisilin dan amoxicilin untuk terapi infeksi streptokokus di tenggorokan

Hasil presentasi beberapa dokter di US menyebutkan bahwa saat ini banyak antibiotik lama seperti penisilin dan amoksisilin sudah kurang efektif dalam mengatasi infeksi di tenggorokan, dan penggunaan sefalosporin ternyata menunjukkan hasil yang lebih baik. Ditemukan banyak keluhan dalam penggunaan obat untuk mengatasi infeksi kuman jenis streptokokus, bakteri yang menyebabkan infeksi di tenggorokan pada jutaan anak di US setiap tahunnya. Tampaknya obat-obatan tersebut tidak dapat bekerja dengan baik dan tidak memiliki efektifitas sekuat obat antibiotik jenis yang lebih baru yaitu cephalosporin. Kesimpulan dari presentasi yang disampaikan dalam pertemuan tahunan penyakit infeksi, the annual Interscience Conference an Antimicrobial Agent and Chemotherapy di Washington, para dokter menyebutkan terapi yang diberikan terhadap 11.426 anak-anak menunjukkan bahwa obat antibiotik generasi baru lebih efektif dibandingkan obat antibiotik jenis lama. Dokter spesialis anak dari University of Ro...

Keracunan Parasetamol akan Menyebabkan Kerusakan Hati Akut

Kejadian keracunan parasetamol ( acetaminophen ) di USA menimbulkan gejala kerusakan hati akut, dilaporkan oleh para ahli dalam penelitian terbarunya pada berita hepatologi Desember 2005 ini. Dari sejumlah kasus percobaan  bunuh diri yang ditemukan di US, hampir setengahnya merupakan overdosis yang tidak disengaja, dan hal ini umumnya yang menyebabkan terjadinya kerusakan hati akut. Acetaminophen digunakan secara bebas untuk meredakan rasa nyeri , sebanyak 36% penduduk Amerika menelan setidaknya sekali dalam sebulan. Namun apabila penggunaannya melebihi dosis yang disarankan akan memicu timbulnya luka di hepar yang fatal. Apabila pengunaan acetaminophen melebihi dosis anjuran secara sengaja dan  dalam waktu kurang dari 12 jam dapat diatasi dengan pemberian N-acetylcysteine , sehingga luka pada hepar tidak terjadi. Namun kebanyakan overdosis yang tidak disengaja sering kali tidak diketahui hingga akhirnya fatal. Kesimpulan dari Anne M. Larson, M.D dari University of Washingto...

Farmakoterapi Berbasis Bukti: Antara Teori dan Kenyataan

Saya baru saya membuka email dan langsung tertarik dengan postingan Esti Handayani yang dikirimkan via facebook dengan topik Tradisi Menulis Resep Obat Perlu Dikoreksi . Isinya sbb : Pernah denger guyonan waktu kita kecil, bahwa kalau tulisan kita jelek, itu berarti kita bakal jadi dokter? Padahal ternyata, hal ini bisa berbahaya lho buat pasien. Dan apa itu off-label use? Setelah saya baca di  ternyata bagian dari pidato pengukuhan guru besar Prof Iwan Dwiprahasto, MMedSc, PhD. dari FK UGM . Menurut saya artikel ini perlu dan layak dibaca oleh para apoteker dan dokter sebagai bahan renungan untuk tidak meneruskan tradisi hedonisme peresepan di Indonesia. Dalam pidatonya "Farmakoterapi Berbasis Bukti: Antara Teori dan Kenyataan", Prof Iwan mengajak para professional kesehatan untuk senantiasa mengacu pada bukti-bukti ilmiah terkini. "Keeping up to date" bukanlah sekedar slogan tapi merupakan prasyarat fundamental dalam implementasi Evidence Based Medicine (...

Kampanye Anti Puyer

Sejak dijadikan topik seminar dengan tema Puyer: Quo Vadis? yang diselenggarakan Yayasan Orang Tua Peduli ( YOP ) bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Jakarta dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI), pembahasan puyer terus berlanjut. Dari blog dr Purnamawati, SpA(K), MMPed yang saya kutip disini, seminar yang diharapkan menjadi titik balik dunia kedokteran Indonesia untuk menata kembali pola pemberian obat agar menjadi rasional ini dihadiri konsumen kesehatan, dokter umum, farmasis, mahasiswa tingkat akhir dan staf pengajar FK-UI. Beberapa dokter yang juga blogger membahas mengenai topik puyer ini dengan judul berbeda, antara lain : 1. dr Dani Iswara : Menggugat puyer tidak rasional, yang memberikan link terkait beberapa dokter yang membahas topik puyer. 2. Dokterarekcilik (belum tahu nama aslinya) yang membahas "Puyer pasti Berlalu". Pembahasan mengenai puyer atau racikan obat, khususnya untuk anak-anak sudah pula dibahas dari ...

Strategi baru untuk melawan virus Pichinde dan Citomegalovirus (CMV)

Berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine edisi 23 November dan dilaporkan oleh Science Daily , Bavituximab, yang diproduksi oleh Peregrines , adalah obat antivirus jenis baru yang dapat bekerja melawan berbagai jenis infeksi virus – bahkan mungkin melawan HIV. Bavituximab menunjukkan harapan untuk melawan virus Pichinde (yang menyerang tikus) dan virus sitomegalo (CMV) dalam penelitian pada hewan percobaan. Kebanyakan obat antivirus dirancang untuk bekerja secara khusus pada protein yang dikaitkan secara langsung dengan virus. Hal ini berarti bahwa apabila protein virus berevolusi menjadi resisten terhadap dampak obat, obat tidak lagi dapat bekerja dengan baik. Bavituximab menunjukkan pendekatan yang berbeda dalam pengobatan infeksi virus: Bavituximab membantu tubuh mengenali bahwa sel telah terinfeksi virus, memungkinkan sistem kekebalan untuk membidik dan menghancurkan sel yang terinfeksi. Secara khusus, obat tersebut mengikat pada molekul lemak ...

FDA telah menyetujui Latisse, obat yang memperpanjang bulu mata

  http://www.sciam.com/media/inline/blog/Image/eyelash.jpg Food and Drug Administration Amerika telah menyetujui Latisse , obat yang digunakan pada kelopak mata untuk memperpanjang bulu mata dan keindahan mata. Latisse adalah obat resep sekali sehari yang digunakan pada kelopak mata bagian atas menggunakan aplikator sekali pakai pada setiap mata. Suatu hal yang menakjubkan mengenai apa yang dapat dilakukan sediaan farmasi baru. Latisse meruapakan obat resep pertama untuk memperpanjang bulu mata. Scientific American melaporkan bahwa bahan aktif tersebut adalah bimatoprost , suatu senyawa turunan asam lemak yang terikat pada reseptor di dalam bulu mata yang terlibat dalam pengembangan dan pertumbuhan folikel rambut. Perusahaan Allergan , yang membuat obat Botox,  telah menggunakan bimatoprost sejak tahun 2001 dalam produk Lumigan, obat tetes mata yang menurunkan tekanan mata pada penderita glukoma. Allergan mulai mempelajari potensi penggunaan dosis rendah bimatoprost sec...

Obat HIV yang baru : Racivir

Racivir adalah analog nukleosida sitidin oral sehari sekali yang sedang dikembangkan oleh Pharmasset sebagai terapi HIV untuk dikombinasikan dengan obat HIV (ARV) lain yang disetujui. Kami telah menyelesaikan uji coba klinis fase 2, Penelitian 201 , untuk menilai keamanan, kemampuan untuk ditahan dan dampak antiviral dengan racivir takaran 600mg yang dibandingkan secara langsung dengan 3TC terhadap pasien terinfeksi HIV yang berpengalaman dengan pengobatan, memiliki mutasi M184V dan pernah memakai terapi 3TC. Sasaran penelitian ini adalah untuk menilai manfaat racivir pada pasien yang memiliki mutasi M184V dengan cara mengganti 3TC dengan racivir dalam kombinasi ART-nya. Penelitian 201 adalah penelitian secara acak, double-blind, terkontrol plasebo, di berbagai pusat terhadap 54 pasien yang secara acak dibagi menjadi dua kelompok: satu kelompok menerima racivir dan bukan 3TC dalam kombinasi ART-nya, kelompok lain tetap memakai terapi yang mengandung 3TC tanpa diubah. Kriteria untu...

Sanofi-Aventis menarik obat anti-obesitas dari pasaran di Eropa

Pihak berwenang Uni Eropa menangguhkan penjualan anti-obesitas Acomplia milik farmasi raksasa Sanofi-Aventis di seluruh Uni Eropa, walaupun belum dilakukan di seluruh dunia. "Penjualan telah dihentikan di semua apotik di 18 negara Uni Eropa di mana obat disalurkan," menurut juru bicara Sanofi-Aventis kepada AFP. Sanofi-Aventis mengatakan Badan Pengawasan Obat Eropa (EMEA) telah memperingatkan bahwa pasien yang menggunakan obat hampir dua kali lipat berisiko masalah kejiwaan."Risiko penggunaan Acomplia sekarang lebih besar dari manfaat yang diterima pasien sesuai dengan pedoman terkini," menurut badan EMEA. Eropa telah mengizinkan penjualan Acomplia sejak 2006, tetapi belum resmi beredar di Amerika Serikat di mana pihak berwenang Amerika (FDA) yakin obat ini mendorong pikiran bunuh diri, walaupun pada pasien tanpa sejarah depresi. Perusahaan menyatakan tidak ada perintah penarikan obat di 14 negara non-Uni Eropa di mana Acomplia dijual. Para pengguna Acomplia...

Paracetamol Use in Infancy and Risk of Asthma in Children Aged 6 to 7 Years

Buat para dokter dan apoteker , berikut ini ada informasi terbaru mengenai kaitan penggunaan obat parasetamol dengan peningkatan risiko gejala konjungtivitis hidung dan eksim pada anak-anak. Untuk para orangtua, agar lebih memperhatikan penggunaan obat ini dan senantiasa mengkonsultasikan penggunaannya dengan apoteker dan dokter nya. The reported use of paracetamol (acetaminophen) in the first year of life is associated with increases in reported symptoms of asthma and risk of severe asthma symptoms in children aged 6 to 7 years, according to analysis of data from the multicentre, multicountry, cross-sectional International Study of Asthma and Allergies in Children (ISAAC). The study also found an association between use of paracetamol in childhood and an increased risk of symptoms of rhinoconjunctivitis and eczema in childhood, said principal investigator Richard Beasley, MD, Medical Research Institute of New Zealand, Wellington, New Zealand. The increased international use...

US Pharmacopeia melansir web untuk membantu konsumen menghindari kesalahan pengobatan

Dunia Farmasi - US Pharmacopeia melansir sebuah alat keamanan obat yang memungkinkan pasien, apoteker, dokter dan perawat untuk menghindari kesalahan pengobatan yang terjadi karena nama obat yang terlihat atau terdengar sama/mirip. Alat penemu kesalahan obat ini atau Drug Error Finder dapat menelusuri sumber data hampir 1.500 obat yang pernah dilaporkan tertukar dalam sistem layanan kesehatan di Amerika sejak tahun 2003. Sumber data tersedia untuk umum secara gratis pada situs USP disini . Drug Error Finder diperoleh dari daftar 1.470 obat unik yang dilaporkan pada USP MEDMARX atau pada USP's Medication Errors Reporting Program . Daftar ini mencakup USP 8th annual MEDMARX Data Report yang dirilis januari 2008, yang menguji lebih dari 26.000 catatan kesalahan terkait kemiripan nama obat tahun 2003 sampai 2006. Ini merupakan daftar terbesar laporan kesalahan obat aktual karena nama obat yang terlihat atau terdengar mirip. Pengenalan 2 alat online dan inisiatif yang diprakarsai...

Salut Hidroksiapatit pada stent jantung VESTASync

Dunia Farmasi - MIV Therapeutic, perusahaan yang sedang menguji coba teknologi salut bebas polimer biokompatibel untuk stent jantung . Sebuah antar muka yang dirancang untuk mencegah reaksi tak diinginkan dari stent logam dan mencegah pertumbuhan kembali jaringan seputar implan. Lapisan hidroksiapatit mikropori inovatif dari MIV mendapatkan penghargaan Frost & Sullivan North America Award for Technology Innovation . Berdasarkan data manfaat dan keamanan sangat baik selama 9 bulan pada manusia, American College of Cardiology pada bulan Maret 2008 telah mempercepat jadual waktu uji coba VESTASYNC II, yang didisain untuk menguji khasiat VESTASYNC pada sejumlah pasien sebagai dasar pengajuan regulasi untuk persetujuan marketing di Eropa. Data pasien ini juga merupakan bagian yang akan diajukan ke Food and Drug Administration . Alexader Abizaid, M.D., Ph.D, Kepala Intervensi Koroner dari Institute Dante Pazzanese of Cardiology di Brazil adalah peneliti utama dari studi terkontrol, acak...