Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label ISFI

The Seminar on Application Of Drug Development and Current Issue Of Safety

Berikut ini informasi hasil seminar dengan tema “The seminar on application of drug development and current issue of safety” yang dilangsungkan di Hotel Millenium Sirih Jakarta, 22 Juli 2009. Dihadiri oleh hampir 100 peserta dari perusahaan farmasi, farmasi professional, dokter, pelajar maupun pengajar dari fakultas farmasi dan anggota regulasi indonesia diselenggarakan oleh badan ISFI (Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia) dengan  disponsori oleh PT Biofarma dan Kimia Farma. Acara dibuka dengan sesi pertama Pharmaceutical regulation for supporting drug development oleh Drs. Lucky S.Slamet Dijelaskan bahwa  badan POM sebagai regulasi nasional memiliki autoritas dalam mendukung pengembangan obat  Visi dari badan regulatori (BPOM) adalah mengawasi keamanan, efektivitas dan kualitas obat dan makanan dengan misi memberikan perlindungam bagi konsumen. Framework regulasi untuk menjamin keamanan, efektivitas dan kualitas obat  dimulai dari  pengembangan obat deng...

ISFI Blora vs Sri Subranti

Hari ini tak sengaja saya berselancar di dunia maya dan mendarat di blog 'Berita dari Blora'. Saya tertarik membaca tentang pencekalan seorang apoteker Sri Subranti oleh ISFI Blora. Kasus ini sedang ramai dibicarakan dan menjadi polemik. Sri Subranti, calon apoteker di apotek X (waralaba) di Cepu, mengadu ke Dinkes dan ISFI Jateng, bupati, DPRD, Dinkes dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Blora. Oktavia Cokrodiharjo, pemilik Apotek waralaba 24 jam, berniat menempuh jalur hukum. Ia merasa ”dicekal” perizinan/keanggotaannya oleh ISFI Blora. Cokro, menyebut bahwa ISFI adalah wadah para alumni sarjana farmasi, yang mana seorang sarjana farmasi jika sudah lulus dari kuliahnya, otomatis jadi anggota ISFI . ”Mestinya seperti itu, tidak lantas berpengaruh pada perizinan usaha kami,” ujarnya Ketua ISFI Blora Achon Sri Wardani menegaskan, kalau lembaga profesinya itu tidak ada niat mencekal Sri Subranti menjadi anggotanya, hanya dia harus patuh pada kode etik dan jangan mencampura...