Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Badan POM

Saksikan pagelaran Ketoprak Guyonan Campur Tokoh Farmasi di TVRI

Pada hari Jumat, 17 April 2008 yang baru lalu, beberapa tokoh dari GP Farmasi, Badan POM dan  telah manggung di Gedung Kesenian Jakarta dalam acara Ketoprak Guyonan Campur Tokoh dgn cerita "Ceng Ho dalam Perang Paregreg" Pagelaran tersebut akan ditayangkan di TVRI pada hari Sabtu, 25 April 2008 pada jam 20:00 Nama-nama tokoh yang turun berpartisipasi antara lain : Ibu Kustantinah, Bp. Johanes Setijono, Bp. Ferry Sutikno, Bp. Sudibyo, Bp. Kendriadi, Ibu Reri Indriyani Hidayat, Azizah Nuraini. Posternya dapat dilihat di bawah ini : Jangan lewatkan yang satu ini ! Acara langka... Silahkan nonton dan tebak siapa berperan sebagai siapa. Dunia Farmasi: Blog/Web yang mengomentari tulisan ini

Obat Tradisional & Suplemen Makanan yang ditarik (lagi)

Isu Penarikan Obat Tradisional & Suplemen Makanan sedang hangat dibicarakan, baik di kantor, TV, ibu-ibu dan sekolah. Apalagi (mungkin) buat yang pernah menggunakannya pastilah timbul rasa was-was, deg-deg an dan lain sebagainya. Terpikir oleh mereka : apa efek sampingnya, bagaimana dampak buat yang sudah pernah konsumsi, apa saja pengaruhnya buat tubuh. Penarikan ini berlatarbelakang pemalsuan yang terbagi dalam 2 kategori : kandungan isi yang tidak sesuai dan No reg yang dipalsukan. Kandungan isi yang tidak sesuai karena seharusnya hanya mengandung suplemen dan ekstrak tanaman obat/jamu, tetapi ditambahkan sildenafil sitrat dan tadalafil.Informasi lengkap mengenai surat peringantan/public warning no : KH.00.01.43.5847 tanggal 14 November 2008 bisa didownload disini . Semua sudah mengenal khasiat obat ini yang banyak digunakan untuk disfungsi ereksi. Namun, masyarakat awan yang tidak memahami efek samping dan keamanan obat ini akan terpaksa menggunakan (akibat iklan TV, majal...

28 Makanan Olahan Susu Cina yang Ditarik

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan penarikan 28 jenis makanan berbagai merek karena menggunakan bahan baku susu asal Cina . Langkah pengamanan ini dilakukan berkaitan dengan kasus ditambahkannya melamin pada susu formula untuk bayi di negeri itu. Makanan yang dilarang beredar itu bermacam-macam, dari es krim, susu, sampai wafer dan permen. Di Cina, produk susu tercemar itu menyebabkan empat bayi tewas dan 53 ribu lainnya sakit. Sebanyak 12 ribu lebih bayi mulai sembuh setelah dirawat di rumah sakit. Sedangkan 104 bayi lainnya kini masih dirawat karena gangguan pada ginjal. Menurut Husniah, produk makanan dan minuman berkandungan susu asal Cina itu akan diteliti di laboratorium. Dia memastikan tak ada susu buatan Cina untuk bayi yang beredar di Indonesia. Susu impor dari Cina yang beredar di Indonesia hanya untuk konsumsi orang dewasa. "Susunya tidak mengandung melamin," katanya. Tapi produk ini ikut disegel. Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Sekretaria...