Langsung ke konten utama

Salut Hidroksiapatit pada stent jantung VESTASync

Dunia Farmasi - MIV Therapeutic, perusahaan yang sedang menguji coba teknologi salut bebas polimer biokompatibel untuk stent jantung. Sebuah antar muka yang dirancang untuk mencegah reaksi tak diinginkan dari stent logam dan mencegah pertumbuhan kembali jaringan seputar implan. Lapisan hidroksiapatit mikropori inovatif dari MIV mendapatkan penghargaan Frost & Sullivan North America Award for Technology Innovation.

Berdasarkan data manfaat dan keamanan sangat baik selama 9 bulan pada manusia, American College of Cardiology pada bulan Maret 2008 telah mempercepat jadual waktu uji coba VESTASYNC II, yang didisain untuk menguji khasiat VESTASYNC pada sejumlah pasien sebagai dasar pengajuan regulasi untuk persetujuan marketing di Eropa. Data pasien ini juga merupakan bagian yang akan diajukan ke Food and Drug Administration.

Alexader Abizaid, M.D., Ph.D, Kepala Intervensi Koroner dari Institute Dante Pazzanese of Cardiology di Brazil adalah peneliti utama dari studi terkontrol, acak, multisenter sebanyak 120 pasien. Dalam studi ini, 90 pasien akan menerima VESTAsync hidroksiapatit (HAp) pori ukuran nano yang melapisi drugeluting stent, sementara 30 pasien menerima stent VESTAcor dari MIV, yang tidak mengandung obat. Tujuan akhir adalah hilangnya lumen seperti diukur oleh Quantitative Coronary Angiography (QCA) pada bulan kesembilan. Tujuan sekunder akan mencakup kejadian tak diinginkan jantung utama dan obstruksi volumetrik. Intravascular Ultrasound (IVUS), Optical Coherent Tomography (OCT) dan sub studi fisiologi juga diharapkan dilakukan.

Menurut Dr. Mark Landy, presiden dan CEO MIV Therapeutics mengatakan bahwa mereka mempercepat trial registrasi ini sehubungan dengan hasil studi pilot VESTAsync setelah menindaklanjuti pasien selama 9 bulan dan menghadapi potensi keamanan stent pelepas obat di pasaran yang menggunakan polimer untuk penghantaran obat. Stent mereka bebas polimer, berskala nano, stent hidroksiapati berpori mikro yang mempunyai kemampuan menghantarkan dosis efektif obat lebih kecil (faktanya 60% lebih sedikit) dengan keamanan tanpa stent logam dan kemungkinan hanya memerlukan terapi antikoagulan jangka pendek.

Stent penghataran obat yang saat ini tersedia di pasaran membuat pasien perlu antikoagulan seperti CPG (clopidrogel) selama 1 tahun. Data yang diperoleh dari studi ini untuk mendukung aplikasi merk dagang VESTAsync pada akhir tahun 2009.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IONI mobile layanan Informasi Obat yang Inovatif dari PIONAS BPOM

Sesudah sekian lama tidak mengisi blog dunia farmasi, sudah waktunya, memulai lagi tulisan seputar dunia farmasi dan kesehatan. Kita mulai dengan hasil pertemuan saya diundang Pusat Informasi Obat (PIONAS) BPOM, 28 November 2014 dalam rangka soft launching IONI (Infomatorium Obat Nasional Indonesia). Ada yang tahu dan pernah pake buku IONI sebagai referensi terpercaya dan independen mengenai obat yang beredar di Indonesia ? Hmmm...kalau banyak yang belum saya ulas sedikit dan nanti sy kasih pranala (link) untuk unduh aplikasi mobile nya yang merupakan terobosan baru PIONAS BPOM dalam upaya meningkatkan akses informasi terstandar,  demikian menurut ibu Dra. Rita Endang, Apt, MKes sebagai Plt. Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan BPOM. Menurut ibu Rita, pengembangan aplikasi IONI melalui aplikasi mobile yang sesuai kebutuhan profesi kesehatan, khususnya Apoteker, sangat mendukung bidang Informasi Obat dan Makanan PIOM dalam melaksanakan layanan informasi obat sejalan d...

Perang Retail Apotek di Amerika : Era Akuisisi, Merger, dan Kerugian

Semua merger dan akuisisi farmasi baru-baru ini yang telah terjadi dalam 5 tahun terakhir saja antara 3 tiga apotek rantai telah membuat ini layak untuk dirangkum. CVS Health telah mengalami perubahan portofolio yang cukup besar, dengan mengubah namanya berkali-kali dalam dekade terakhir, dari CVS ke CVS / Caremark, hingga sekarang CVS Health. Merefleksikan bahwa penekanan pada kesehatan, CVS telah menginvestasikan akuisisi ke dalam beberapa bisnis yang menarik. Mereka pindah ke apotek Target, dan mereka membeli Omnicare untuk masuk ke pasar LTC. Tapi mereka juga mencari Aetna, yang jika dimainkan, akan menjadi pengganggu signifikan di bidang ini, menggabungkan apotek, PBM, dan perusahaan manajemen perawatan kesehatan di bawah satu bisnis. Tidaklah mengherankan bahwa banyak orang berpikir itu bisa menjadi kemenangan besar bagi pasien atau berpotensi pengembangan yang memprihatinkan, tergantung pada bagaimana segala sesuatunya berjalan. Walgreens telah mengambil model yang berb...

Penggunaan Barkode 2D atau Serialisasi Obat dan Makanan di Indonesia dan di Dunia

Apakah serialisasi itu? serialisasi dalam farmasi adalah penandaan kemasan obat (bisa kemas primer,  sekunder atau tersier) menggunakan kode penandaan (bisa QR code/2D matrix) dimana kode penandaan tersebut terhubung dengan database dari regulator (dalam hal ini BPOM ). Berbeda dengan penandaan biasa (barcode/ penandaan inkjet printer biasa) pada serialisasi penadaan terhubung dengan database obat BPOM dan informasi penandaan lengkap bisa dibaca oleh konsumen dengan scanner (Android/iPhone/alat scan). Penandaan serialisasi ini terintegrasi dengan informasi kemasan primer, sekunder bahkan tersier. Guna serialisasi ini salah satunya adalah mencegah pemalsuan obat. Salah satu perusahaan yang sudah mengaplikasikan serialisasi (QR Code) adalah PT Kimia Farma. PT Kimia Farma baru memulai penggunaan serialisasi pada kemasan obat botol. PT Kimia Farma menggunakan aplikasi Lacaq.  yang bisa didownload di Play Store.  Pengalaman implementasi di Kimia Farma. Implementasi, s...