Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kanker

Obat Target Terapi Kanker yang akan Menjadi Blockbuster di Pasar Farmasi

Terapi kanker pada golongan target terapi menjadi kisah sukses bisnis farmasi yang terus tumbuh saat ini, penjualan produk tersebut menjadi pengerak keseluruhan pasar farmasi onkologi. Saat ini terdapat 5 produk terbesar dengan sales tahunan lebih dari $ 1 milyar dan terdapat 8 produk lain yang diperkirakan akan menjadi blockbuster  dalam beberapa tahun kedepan berdasarkan laporan data terbaru. Terdapat 3 penjualan produk teratas dari target terapi saat ini yaitu rituximab (Rituxan), trastuzumab (Herceptin), dan bevacizumab (Avastin), dimana ketiganya merupakan produk yang dipasarkan oleh Roche/Genentech. Sedangkan 2 produk lain dengan penjualan mencapai lebih dari $1 milyar adalah cetuximab (Erbitux; Bristol-Myers Squibb/ImClone) dan imatinib (Gleevec; Novartis). Sedangkan 8 produk dengan penjualan yang sedang berkembang sangat cepat  diprediksi akan menjadi blockbuster dalam beberapa tahun kedepan adalah : Erlotinib,  tyrosine kinase Inhibitor dengan indikasi...

Terapi Komplementer Kanker

Terapi komplementer dan terapi alternatif seringkali menjadi suatu pilihan terapi yang dipilih pasien kanker. Suatu Data monitor 2002 Survey menemukan bahwa sekitar 80% pasien kanker menggunakan terapi komplementer / alternatif, dan ada kecenderungan peningkatan terapi komplementer / alternatif. Dibandingkan dengan kanker jenis lain, prevalensi penggunaan terapi komplementer / alternatif paling tinggi pada pasien kanker paru. Umumnya pasien menggunakan suplemen botanikal / lainnya dengan harapan untuk menghambat pertumbuhan kanker atau bahkan untuk menyembuhkan. Mengenai manfaatnya untuk menyembuhkan kanker, hingga kini lebih banyak data studi in vitro / in vivo dibandingkan data uji klinis. Disampaikan dalam jurnal CHEST , 2007, bahwa hanya sedikit data uji klinis yang menunjukkan manfaat terapi komplementer / alternatif untuk menghambat pertumbuhan / menyembuhkan kanker. Perlu dibedakan definisi terapi komplementer dengan terapi alternatif. Terapi komplementer merupakan terapi ta...

Produk Keladi Tikus dapat digunakan untuk kanker ?

Beberapa waktu lalu banyak tersebar email dengan judul "Penyakit Kanker Sudah Tidak Berbahaya Lagi". Dari judulnya saja saya sudah tahu ini pasti berita yang bisa menyesatkan. Awalnya bercerita ttg tanaman "KELADI TIKUS" ( Typhonium Flagelliforme (Lodd.) Bl. / Rodent Tuber) yang yang diklaim bisa memperpanjang hidup penderita kanker. Ada kesaksian ttg istri penemu (wah diklaim penemu tanaman keladi tikus pertama di Indoensia, tidak tahu benar tidaknya...) Artikel mengenai tanaman obat ini bisa diperoleh di perwakilan lembaga sosial yang menurut email beralamat di Jl. Kayu Putih Jakarta. Saya bukan yang anti pengobatan herbal. Di sekolah dulu, saya juga mendapat pelajaran mengenai tanaman obat. Ilmunya disebut Pharmacognosy. Sebenarnya yang menjadi masalah adalah mengenai klaim yang berlebihan dan cenderung menyesatkan. Ya bagaimana tidak kalau dibilang kanker sudah tidak berbahaya lagi ??? Saya coba tanyakan langsung ke Ibu Asti di Pusat Informasi Obat Bad...

Spotlight On : Kongres ESMO 2008, Stockholm Swedia

Berikut informasi mengenai kongres onkologi ESMO ( European Society for Medical Oncology ) ke-33 yang berlangsung di Stockholm Swedia berlangsung dari tanggal 12-16 September 2008, ESMO merupakan organisasi onkologi medis terbesar di Eropa beranggotakan lebih dari 5.000 onkologi profesional dari lebih dari 100 negara. Acara tahun ini dihadiri lebih dari 9.500 peserta pada acara pembukaan yang disampaikan oleh presiden ESMO José Baselga dan dihadiri oleh ratu swedia (Queen Silvia) disampaikan data sejak tahun 2006 kejadian kanker terus meningkat diseluruh dunia, di Eropa sendiri tahun 2006 kejadian kanker baru didapatkan sebesar 3,2 juta kasus pertahun dengan angka kematian akibat kanker sebesar 1,7 juta, dengan jenis kanker tertinggi yang ditemukan adalah kanker payudara, kanker kolorektal dan kanker paru sedangkan kanker yang paling tinggi menyebabkan kematian adalah kanker paru, kanker kolorektal, kanker payudara dan kanker gaster. Beberapa penelitian terapi baru terus berkembang ...

Bakteri yang dapat memicu kanker lambung

Para peneliti di Vanderbilt-Ingram Cancer Center telah menemukan satu petunjuk yang dapat menjelaskan bagaimana bakteri lambung biasa dapat memcu kanker lambung. Temuan ini dipublikasikan di dalam Journal of Biological Chemistry edisi 29 Juni 2008. Helicobacter pylori menginfeksi hampir 50% populasi dan merupakan faktor risiko paling kuat bagi kanker lambung. Namun demikian, hanya fraksi yang terinfeksi oleh H. pylori yang berkembang menjadi kanker, sehingga para peneliti mencoba mendefinisikan alur yang mengarah pada perkembangan kanker. Richard Peek jr., M.D., direktur Divisi Gastroneterology, Hepatology and Nutrition di Vanderbilt-Ingram Cancer Center dan koleganya di Nashville Veterans Affairs Medical Center menyelidiki strain H. pylori cag+, strain yang meningkatkan risiko ulkus peptik dan kanker lambung, pada model tikus. Mereka menguji bahwa suatu protein 'menyalakan' reseptor sel yang dinamakan Decay-accelerating factor (DAF) dan DAF yang melindungi sel-sel lambung ...