Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label dokter

Peran Dokter dan Apoteker Dalam Proses Penyerahan Obat

Buat para konsumen kesehatan yang belum bisa membedakan peran antara dokter dan apoteker, berikut penjelasannya : DOKTER Dokter bertanggungjawab terhadap hal-hal berikut : Diagnosis: dengan memastikan diagnosis yang tepat yang dijelaskan kepada pasien, kepatuhan terhadap terapi akan lebih baik Peresepan: Dengan meresepkan obat dalam jumlah sesedikit mungkin dan menerangkan tujuan penggunaan dari masing-masing obat kepada pasien, pengertian pasien akan meningkat. Informasi obat: Pemberi resep harus menerangkan bagaimana cara pakai setiap obat, efek samping yang mungkin terjadi, dan apa yang harus dilakukan jika terjadi efek yang tidak diharapkan atau tidak terjadi efek yang diharapkan. APOTEKER Apoteker mempunyai fungsi yang penting dalam sistem pelayanan kesehatan dalam hal : Pengadaan: Memastikan tersedianya obat dengan kualitas yang baik, pada saat diperlukan Distribusi: Memindahkan obat dengan aman kemanapun obat akan diberikan, memastikan kondisi perjalanan dan ...

Peremajaan Kembali dengan Sel-sel Otoregeneratif (Natural Killer Cell)

Selamat Tahun Baru 2013 !!! Happy Chinese New Year , Gong Xi Fa Cai !!! Setelah sekian lama vakum ngeblog di Dunia Farmasi, saya mau mulai kembali berkomunikasi dengan para pengunjung setia blog ini, para sejawat apoteker, dokter dan AA. Saya akan mulai membahas beberapa topik berkaitan dengan Stem Cell (Sel Punca), Anti Aging, Penuaan dan Terapi Sel yanga belakangan ini saya pelajari. Topik pertama adalah mengenai : Penuaan dan kaitannya dengan Kekebalan Tubuh. ”Penuaan   -  Melemahnya Kekebalan tubuh   membuat   Tubuh Menua”   KEKEBALAN TUBUH Apa  itu Kekebalan tubuh K ekebalan tubuh adalah suatu badan dengan kekebalan organ dan sel-sel kekebalan sebagai  dasarnya, kemampuan untuk melawan penyakit dan untuk menjaga keseimbangan fisiologis tubuh . Hal ini dapat melalui sistem kekebalan tubuh untuk mengidentifikasi mikroorganisme normal dan abnormal...

Informasi Penting dalam Meresepkan Obat

Ada beberapa informasi penting dalam meresepkan obat atau menjelaskan obat kepada konsumen kesehatan : Hipersensitivitas terhadap suatu produk tertentu merupakan KONTRAINDIKASI terhadap pengunaannya. Obat-obatan sebaiknya TIDAK DIBERIKAN pada wanita hamil atau menyusui kecuali darurat dan bila manfaatnya tidak berisiko pada janin. Toleransi obat dapat menurun pada usia yang sangat muda atau sangat lanjut. Kemungkinan terjadinya akumulasi obat dalam tubuh harus dipertimbangkan pada pasien dengan kerusakan ginjal atau hati yang bermakna. Anda ingin berdiskusi dengan para apoteker dan dokter ??? Silahkan gabung di grup Dunia Farmasi di Facebook : http://www.facebook.com/topic.php?uid=79706213014&topic=8408 Dunia Farmasi: Blog/Web yang mengomentari tulisan ini

Informasi Simposium Penelitian Bahan Obat Alami XIV - Muktamar PERHIBA XI

Buat rekan-rekan apoteker, dokter, peneliti dan praktisi di bidang bahan obat alam, berikut ini adalah informasi kegiatan seminar 2009 yang bisa diikuti : Sim posium Penelitian Bahan Obat Alami XIV - Muktamar PERHIBA XI Jakarta 11-12 Agustus 2009 Gedung II BPPT Lantai 3, Jl. M.H. Thamrin No. 8 Jakarta Bidang Bahasan : * Kebijakan dan kelembagaan * Farmasetika dan teknologi farmasi * Farmakologi eksperimental dan klinik * Fitokimia dan standarisasi ekstrak * Pengembangan proses * Marine Natural products * Biologi molekuler * Mikrobiologi Pembicara : Menristek, Menkes, Depkes, UI, German Cancer Institute, University of Dusseldorf, Korea Institute of Bioscience & Biotechnology, Nara Institute of Science and Technology-Japan, SP3T DKI, BPPT, GP Farmasi, Perhiba Biaya : Umum/swasta ; Rp 600.000 Pegawai Negeri : Rp 500.000 Mahasiswa : Rp 300.000 Makalah kedua dan seterusnya : Rp. 70.000 Panitia : Pusat Teknologi Farmasi dan Medika Deputi Bidang TAB, BPPT Ged...

Sekolah Farmasi di Keele University di Inggris Mengembangkan Konsultasi virtual Pasien-Dokter

Sekolah Farmasi Keel Univerisity di Staffordshire Inggris sedang mengembangkan lingkungan virtual untuk mempraktekkan keterampilan yang sulit dilakukan di dunia nyata. Ide besar dibelakang perangkat lunak ini menggunakan avatar untuk menggambarkan manusia dan memberikan pengalaman pada pelajar untuk berinteraksi dengan pasien yang kondisinya sangat jarang atau berpotensi mengancam kehidupan jika tidak segera ditangani oleh apoteker. Pelajar berbicara dengan 'pasien' melalui teknologi pengenalan suara atau dengan mengetikan pertanyaan pada antarmuka komputer standar dan 'pasien' merespon secara verbal atau dengan tanda non verbal untuk menunjukkan emosi seperti nyeri, stres atau takut. Pada akhir sesi 'pasien' diberi umpan balik untuk berlatih mengenai kondisi mereka. Pasien virtual dapat digunakan suntuk menjelajahi sejumlah kondisi berbeda, termasuk dispepsia dan hipertensi. Kasus dapat didisain untuk menunjukkan pada para pelajar faktor-faktor yang secara ...

Farmakoterapi Berbasis Bukti: Antara Teori dan Kenyataan

Saya baru saya membuka email dan langsung tertarik dengan postingan Esti Handayani yang dikirimkan via facebook dengan topik Tradisi Menulis Resep Obat Perlu Dikoreksi . Isinya sbb : Pernah denger guyonan waktu kita kecil, bahwa kalau tulisan kita jelek, itu berarti kita bakal jadi dokter? Padahal ternyata, hal ini bisa berbahaya lho buat pasien. Dan apa itu off-label use? Setelah saya baca di  ternyata bagian dari pidato pengukuhan guru besar Prof Iwan Dwiprahasto, MMedSc, PhD. dari FK UGM . Menurut saya artikel ini perlu dan layak dibaca oleh para apoteker dan dokter sebagai bahan renungan untuk tidak meneruskan tradisi hedonisme peresepan di Indonesia. Dalam pidatonya "Farmakoterapi Berbasis Bukti: Antara Teori dan Kenyataan", Prof Iwan mengajak para professional kesehatan untuk senantiasa mengacu pada bukti-bukti ilmiah terkini. "Keeping up to date" bukanlah sekedar slogan tapi merupakan prasyarat fundamental dalam implementasi Evidence Based Medicine (...

Apakah pasien itu konsumennya dokter?

Itu pertanyaan yang sering diajukan oleh banyak kalangan, karena 'membingungkannya' status pasien, apakah pasien itu konsumen dari dokter atau mitra & orang yang perlu ditolong oleh dokter? Sebagian kalangan, terutama dari kelompok perlindungan konsumen, menganggap pasien adalah konsumen dari jasa dokter, hubungan dokter-pasien harus tunduk pada UU no.8/1999 tentang perlindungan konsumen. Logika yang mereka pakai adalah berbagai macam konvensi internasional tentang konsumen yang memasukkan pasien sebagai konsumen. Tetapi, UU no.8/1999 tidak dengan jelas mengatur hal ini. Jika lebih jauh mengamati UU no.8/1999, akan muncul pertanyaan-pertanyaan berikut: - Apakah praktik dokter itu kegiatan usaha di bidang ekonomi? - Apakah dokter berpromosi? - Apakah penyediaan praktik dokter menggunakan klausula baku? - Apakah jika ada perselisihan antara dokter-pasien bisa diselesaikan di BPSK? Dst. Sulitnya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat beberapa ahli hukum kesehatan meng...