Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label BPOM

Penggunaan Barkode 2D atau Serialisasi Obat dan Makanan di Indonesia dan di Dunia

Apakah serialisasi itu? serialisasi dalam farmasi adalah penandaan kemasan obat (bisa kemas primer,  sekunder atau tersier) menggunakan kode penandaan (bisa QR code/2D matrix) dimana kode penandaan tersebut terhubung dengan database dari regulator (dalam hal ini BPOM ). Berbeda dengan penandaan biasa (barcode/ penandaan inkjet printer biasa) pada serialisasi penadaan terhubung dengan database obat BPOM dan informasi penandaan lengkap bisa dibaca oleh konsumen dengan scanner (Android/iPhone/alat scan). Penandaan serialisasi ini terintegrasi dengan informasi kemasan primer, sekunder bahkan tersier. Guna serialisasi ini salah satunya adalah mencegah pemalsuan obat. Salah satu perusahaan yang sudah mengaplikasikan serialisasi (QR Code) adalah PT Kimia Farma. PT Kimia Farma baru memulai penggunaan serialisasi pada kemasan obat botol. PT Kimia Farma menggunakan aplikasi Lacaq.  yang bisa didownload di Play Store.  Pengalaman implementasi di Kimia Farma. Implementasi, s...

IONI mobile layanan Informasi Obat yang Inovatif dari PIONAS BPOM

Sesudah sekian lama tidak mengisi blog dunia farmasi, sudah waktunya, memulai lagi tulisan seputar dunia farmasi dan kesehatan. Kita mulai dengan hasil pertemuan saya diundang Pusat Informasi Obat (PIONAS) BPOM, 28 November 2014 dalam rangka soft launching IONI (Infomatorium Obat Nasional Indonesia). Ada yang tahu dan pernah pake buku IONI sebagai referensi terpercaya dan independen mengenai obat yang beredar di Indonesia ? Hmmm...kalau banyak yang belum saya ulas sedikit dan nanti sy kasih pranala (link) untuk unduh aplikasi mobile nya yang merupakan terobosan baru PIONAS BPOM dalam upaya meningkatkan akses informasi terstandar,  demikian menurut ibu Dra. Rita Endang, Apt, MKes sebagai Plt. Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan BPOM. Menurut ibu Rita, pengembangan aplikasi IONI melalui aplikasi mobile yang sesuai kebutuhan profesi kesehatan, khususnya Apoteker, sangat mendukung bidang Informasi Obat dan Makanan PIOM dalam melaksanakan layanan informasi obat sejalan d...

Produk Keladi Tikus dapat digunakan untuk kanker ?

Beberapa waktu lalu banyak tersebar email dengan judul "Penyakit Kanker Sudah Tidak Berbahaya Lagi". Dari judulnya saja saya sudah tahu ini pasti berita yang bisa menyesatkan. Awalnya bercerita ttg tanaman "KELADI TIKUS" ( Typhonium Flagelliforme (Lodd.) Bl. / Rodent Tuber) yang yang diklaim bisa memperpanjang hidup penderita kanker. Ada kesaksian ttg istri penemu (wah diklaim penemu tanaman keladi tikus pertama di Indoensia, tidak tahu benar tidaknya...) Artikel mengenai tanaman obat ini bisa diperoleh di perwakilan lembaga sosial yang menurut email beralamat di Jl. Kayu Putih Jakarta. Saya bukan yang anti pengobatan herbal. Di sekolah dulu, saya juga mendapat pelajaran mengenai tanaman obat. Ilmunya disebut Pharmacognosy. Sebenarnya yang menjadi masalah adalah mengenai klaim yang berlebihan dan cenderung menyesatkan. Ya bagaimana tidak kalau dibilang kanker sudah tidak berbahaya lagi ??? Saya coba tanyakan langsung ke Ibu Asti di Pusat Informasi Obat Bad...

Daftar 27 Kosmetik Berbahaya yang ditarik BPOM

Inilah daftar kosmetik yang ditarik dari peredaran oleh BPOM karena mengandung bahan berbahaya dan zat warna yang dilarang digunakan dalam kosmetik. Penggunaan bahan tersebut dalam sediaan kosmetik dapat membahayakan kesehatan dan dilarang digunakan seperti tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No.445/MENKES/PER/V/1998 tentang Bahan, Zat Warna, Substratum, Zat Pengawet dan Tabir Surya dalam Kosmetik dan Keputusan Kepala BPOM No.HK.00.05.4.1745 tentang Kosmetik. Berikut daftar 27 kosmetik berbahaya: 1. Doctor Kayama (Whitening Day Cream) diproduksi oleh CV. Estetika Karya Pratama, Jakarta mengandung merkuri. 2. Doctor Kayama (Whitening Night Cream) diproduksi oleh CV. Estetika Karya Pratama, Jakarta mengandung merkuri. 3. MRC Putri Salju Cream diproduksi oleh CV. Ngongoh Cosmetic, Bekasi mengandung retinoic acid. 4. MRC PS Crystal Cream diproduksi oleh CV. Ngongoh Cosmetic, Bekasi mengandung retinoic acid. 5. Blossom Day Cream, tak diketahui produsennya, mengandung Merkuri. 6.B...