Langsung ke konten utama

Obat Tradisional & Suplemen Makanan yang ditarik (lagi)

Isu Penarikan Obat Tradisional & Suplemen Makanan sedang hangat dibicarakan, baik di kantor, TV, ibu-ibu dan sekolah. Apalagi (mungkin) buat yang pernah menggunakannya pastilah timbul rasa was-was, deg-deg an dan lain sebagainya. Terpikir oleh mereka : apa efek sampingnya, bagaimana dampak buat yang sudah pernah konsumsi, apa saja pengaruhnya buat tubuh.

Penarikan ini berlatarbelakang pemalsuan yang terbagi dalam 2 kategori : kandungan isi yang tidak sesuai dan No reg yang dipalsukan. Kandungan isi yang tidak sesuai karena seharusnya hanya mengandung suplemen dan ekstrak tanaman obat/jamu, tetapi ditambahkan sildenafil sitrat dan tadalafil.Informasi lengkap mengenai surat peringantan/public warning no : KH.00.01.43.5847 tanggal 14 November 2008 bisa didownload disini.

Semua sudah mengenal khasiat obat ini yang banyak digunakan untuk disfungsi ereksi. Namun, masyarakat awan yang tidak memahami efek samping dan keamanan obat ini akan terpaksa menggunakan (akibat iklan TV, majalah, koran dan talkshow di radio) tanpa memperhatikan efek samping yang ditimbulkannya.

Beberapa obat tradisional dan suplemen yang ditarik termasuk kategori yang gencar melakukan promosi yaitu Blue Moon (masih aktif), Tripoten (sudah ditarik dari website), Maca Gold (situs under construction ???) dan Sanomale (Coming Soon ???). Menurut saya, BPOM perlu menindaklanjuti pelaksanaan penarikan ini, bahkan kalau perlu sampai melarang publisitas online (retailers) seperti yang masih dilakukan oleh Blue Moon. Penulis masih melihat news yang dipublikasikan dalam situs itu per tanggal 20 November 2008.

Semoga Badan POM lebih giat untuk memberikan perlindungan kepada konsumen kesehatan dan pasien agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Mudah-mudahan ada langkah pencegahan untuk registrasi obat tradisional dan suplemen seperti ini nantinya diberlakukan seperti pendaftaran obat jadi agar tidak mudah keluar seperti sekarang ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IONI mobile layanan Informasi Obat yang Inovatif dari PIONAS BPOM

Sesudah sekian lama tidak mengisi blog dunia farmasi, sudah waktunya, memulai lagi tulisan seputar dunia farmasi dan kesehatan. Kita mulai dengan hasil pertemuan saya diundang Pusat Informasi Obat (PIONAS) BPOM, 28 November 2014 dalam rangka soft launching IONI (Infomatorium Obat Nasional Indonesia). Ada yang tahu dan pernah pake buku IONI sebagai referensi terpercaya dan independen mengenai obat yang beredar di Indonesia ? Hmmm...kalau banyak yang belum saya ulas sedikit dan nanti sy kasih pranala (link) untuk unduh aplikasi mobile nya yang merupakan terobosan baru PIONAS BPOM dalam upaya meningkatkan akses informasi terstandar,  demikian menurut ibu Dra. Rita Endang, Apt, MKes sebagai Plt. Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan BPOM. Menurut ibu Rita, pengembangan aplikasi IONI melalui aplikasi mobile yang sesuai kebutuhan profesi kesehatan, khususnya Apoteker, sangat mendukung bidang Informasi Obat dan Makanan PIOM dalam melaksanakan layanan informasi obat sejalan d...

Perang Retail Apotek di Amerika : Era Akuisisi, Merger, dan Kerugian

Semua merger dan akuisisi farmasi baru-baru ini yang telah terjadi dalam 5 tahun terakhir saja antara 3 tiga apotek rantai telah membuat ini layak untuk dirangkum. CVS Health telah mengalami perubahan portofolio yang cukup besar, dengan mengubah namanya berkali-kali dalam dekade terakhir, dari CVS ke CVS / Caremark, hingga sekarang CVS Health. Merefleksikan bahwa penekanan pada kesehatan, CVS telah menginvestasikan akuisisi ke dalam beberapa bisnis yang menarik. Mereka pindah ke apotek Target, dan mereka membeli Omnicare untuk masuk ke pasar LTC. Tapi mereka juga mencari Aetna, yang jika dimainkan, akan menjadi pengganggu signifikan di bidang ini, menggabungkan apotek, PBM, dan perusahaan manajemen perawatan kesehatan di bawah satu bisnis. Tidaklah mengherankan bahwa banyak orang berpikir itu bisa menjadi kemenangan besar bagi pasien atau berpotensi pengembangan yang memprihatinkan, tergantung pada bagaimana segala sesuatunya berjalan. Walgreens telah mengambil model yang berb...

Penggunaan Barkode 2D atau Serialisasi Obat dan Makanan di Indonesia dan di Dunia

Apakah serialisasi itu? serialisasi dalam farmasi adalah penandaan kemasan obat (bisa kemas primer,  sekunder atau tersier) menggunakan kode penandaan (bisa QR code/2D matrix) dimana kode penandaan tersebut terhubung dengan database dari regulator (dalam hal ini BPOM ). Berbeda dengan penandaan biasa (barcode/ penandaan inkjet printer biasa) pada serialisasi penadaan terhubung dengan database obat BPOM dan informasi penandaan lengkap bisa dibaca oleh konsumen dengan scanner (Android/iPhone/alat scan). Penandaan serialisasi ini terintegrasi dengan informasi kemasan primer, sekunder bahkan tersier. Guna serialisasi ini salah satunya adalah mencegah pemalsuan obat. Salah satu perusahaan yang sudah mengaplikasikan serialisasi (QR Code) adalah PT Kimia Farma. PT Kimia Farma baru memulai penggunaan serialisasi pada kemasan obat botol. PT Kimia Farma menggunakan aplikasi Lacaq.  yang bisa didownload di Play Store.  Pengalaman implementasi di Kimia Farma. Implementasi, s...