Langsung ke konten utama

Facebook & Google Ciptakan Akun Satu 'Pintu'

 
from : http://www.google.com/intl/en/press/images/releases/friend_connect_illustration.jpg

Facebook dan Google sebentar lagi akan mengubah potensi seluruh internet menjadi situs jejaring sosial. Sebab, kedua situs terbesar itu telah merilis Facebook Connect dan Google Friend Connect.

Kedua produk anyar ini nantinya memungkinkan situs pihak ketiga untuk menerima pengunjung yang telah memiliki akun Facebook ataupun Google. Sehingga pengguna tidak perlu membuat akun khusus untuk kedua situs itu.

"Sejatinya, Google Friend Connect maupun Facebook Connect bertujuan untuk mempromosikan penggunaan satu identitas digital di seluruh web," jelas Google product manager Mussie Shore, seperti yang dilansir Vnunet, Minggu (7/12/2008).

Yang jelas, keunggulan menggunakan Facebook Connect saat ini adalah pemilik situs dapat menggunakan data hubungan teman yang sudah dimiliki pengunjung melalui Facebook. Google Friend Connect mendukung lebih banyak jenis identitas online sekaligus memungkinkan pemakai untuk menanamkan aplikasi Open Social di situsnya.

Perbedaan utama dari kedua solusi ini adalah apabila Facebook Connect hanya memungkinkan pengguna untuk login dengan akun Facebook saja, sedangkan Google Friend Connect memungkinkan pengguna untuk menggunakan akun Google, Yahoo, AOL, atau OpenID tanpa perlu membuat profil baru lagi di situs tujuan. (srn) 

Sumber : Okezone.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perang Retail Apotek di Amerika : Era Akuisisi, Merger, dan Kerugian

Semua merger dan akuisisi farmasi baru-baru ini yang telah terjadi dalam 5 tahun terakhir saja antara 3 tiga apotek rantai telah membuat ini layak untuk dirangkum. CVS Health telah mengalami perubahan portofolio yang cukup besar, dengan mengubah namanya berkali-kali dalam dekade terakhir, dari CVS ke CVS / Caremark, hingga sekarang CVS Health. Merefleksikan bahwa penekanan pada kesehatan, CVS telah menginvestasikan akuisisi ke dalam beberapa bisnis yang menarik. Mereka pindah ke apotek Target, dan mereka membeli Omnicare untuk masuk ke pasar LTC. Tapi mereka juga mencari Aetna, yang jika dimainkan, akan menjadi pengganggu signifikan di bidang ini, menggabungkan apotek, PBM, dan perusahaan manajemen perawatan kesehatan di bawah satu bisnis. Tidaklah mengherankan bahwa banyak orang berpikir itu bisa menjadi kemenangan besar bagi pasien atau berpotensi pengembangan yang memprihatinkan, tergantung pada bagaimana segala sesuatunya berjalan. Walgreens telah mengambil model yang berb...

IONI mobile layanan Informasi Obat yang Inovatif dari PIONAS BPOM

Sesudah sekian lama tidak mengisi blog dunia farmasi, sudah waktunya, memulai lagi tulisan seputar dunia farmasi dan kesehatan. Kita mulai dengan hasil pertemuan saya diundang Pusat Informasi Obat (PIONAS) BPOM, 28 November 2014 dalam rangka soft launching IONI (Infomatorium Obat Nasional Indonesia). Ada yang tahu dan pernah pake buku IONI sebagai referensi terpercaya dan independen mengenai obat yang beredar di Indonesia ? Hmmm...kalau banyak yang belum saya ulas sedikit dan nanti sy kasih pranala (link) untuk unduh aplikasi mobile nya yang merupakan terobosan baru PIONAS BPOM dalam upaya meningkatkan akses informasi terstandar,  demikian menurut ibu Dra. Rita Endang, Apt, MKes sebagai Plt. Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan BPOM. Menurut ibu Rita, pengembangan aplikasi IONI melalui aplikasi mobile yang sesuai kebutuhan profesi kesehatan, khususnya Apoteker, sangat mendukung bidang Informasi Obat dan Makanan PIOM dalam melaksanakan layanan informasi obat sejalan d...

Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) 1010/MENKES/PER/XI/2008 tentang pembatasan distribusi obat

Ini dia produk baru Ibu Siti Fadilah Supari, Menteri Kesehatan Indonesia. Permenkes yang dikeluarkan tanggal 3 November 2008 ini menyatakan perusahaan farmasi yang tidak memiliki fasilitas distribusi tidak boleh meregistrasi usahanya. Permenkes 1010/MENKES/PER/XI/2008 tentang pembatasan distribusi obat dinilai berpotensi mengakibatkan ditutupnya perusahaan-perusahaan farmasi asing . Saat jumpa pers Kebijakan Obat di Indonesia dan Dampaknya Terhadap Kepentingan Konsumen Kamis, 6 Nov di Jakarta, Executive Director International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) Parulian Simanjutak mengatakan bahwa ini akan mengakibatkan ditutupnya perusahaan farmasi asing, terutama 14 anggota IPMG juga ikut terancam. Dari 29 anggota IPMG, 14 di antaranya termasuk klasifikasi Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang berskala internasional. Namun, 14 perusahaan farmasi anggota IPMG tersebut tidak mempunyai fasilitas distribusi.  Beberapa poin penting dan hal baru yang perlu perlu dicermati da...